Recovery Password pada Switch

Belajar mengkonfigurasi switch cisco sangatlah menyenangkan. Anda mungkin pernah mengalami kejadian, pada saat anda akan mengkonfigurasi switch, terjadi switch terpasang password, dan anda tidak mengetahui atau lupa password yang telah dikonfigurasi atau diseting. Nah, Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana melakukan recovery password pada switch cisco, seandainya kejadian diatas menimpa anda.

Tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah:

  1. Hubungkan PC dengan software terminal-emulation (ex: Hyper Terminal) ke port console switch.
  2. Seting line speed pada software emulation ke baud 9600.
  3. Matikan switch. Hubungkan kembali kabel power ke switch dan, dalam 15 detik tekan tombol Mode selama LED System yang berwarna hijau berkedip. Terus tekan tombol Mode sampai LED System berubah warna hijau kekuningan  Kemudian hijau terang; kemudian lepaskan tombol Mode.

Beberapa baris informasi instruksi tampil, memberitahukan jika prosedur recovery password telah dinontaktifkan atau tidak. Jika melihat informasi seperti :

The system has been interrupted prior to initializing the flash file system.

The following commands will initialize the flash file system

Lanjutkan proses pada bagian “Prosedur dengan Recovery Password diaktifkan”, ikuti langkah-langkah yang ditunjukkan.

Jika pesan yang tampil :

The password-recovery mechanism has been triggered, but is

currently disabled.

Lanjutkan proses pada bagian “Prosedur dengan Recovery Password dinontaktifkan”, dan ikuti langkah-langkah yang ditunjukkan.

  1. Setelah password di recovery, reload switch dengan :

Switch> reload

Proceed with reload? [confirm] y

Prosedur dengan Recovery Password diaktifkan

Jika mekanisme password-recovery diaktifkan, pesan berikut akan tampil:

The system has been interrupted prior to initializing the flash

file system.

The following commands will initialize the flash file system,

and finish loading the operating system software:

flash_init

load_helper

boot

Langkah 1. Inisialisasi system file flash:

Switch: flash_init

Langkah 2. Jika kita telah menseting speed port console selain 9600. Ubah line speed software emulation sesuai dengan port console switch.

Langkah 3. Panggil file-file helper:

Switch: load_helper

Langkah 4. Tampilkan isi dari memory flash:

Switch: dir flash:

Sistem file switch menampilkan :

Directory of flash:

13 drwx 192 Mar 01 1993 22:30:48 c2960-lanbasemz.

122-25.FX

11 -rwx 5825 Mar 01 1993 22:31:59 config.text

18 -rwx 720 Mar 01 1993 02:21:30 vlan.dat

16128000 bytes total (10003456 bytes free)

Langkah 5. Ubah file konfigurasi menjadi config.text.old

File ini berisi pendefinisian password.

Switch: rename flash:config.text flash:config.text.old

Langkah 6. Boot system :

Switch: boot

Kita akan ditanya untuk memulai program setup. Pada prompt berikan jawaban N.

Continue with the configuration dialog? [yes/no]: N

Langkah 7. Pada promt switch, masuk ke mode privilege EXEC:

Switch> enable

Langkah 8. Ubah file konfigurasi ke nama aslinya:

Switch# rename flash:config.text.old flash:config.text

Langkah 9. Salin file konfigurasi ke memory:

Switch# copy flash:config.text system:running-config

Source filename [config.text]?

Destination filename [running-config]?

Tekan tombol enter untuk merespon prompt konfirmasi.

File konfigurasi akan dipanggil kembali, dan kita sudah bisa mengubah password

Langkah 10. Masuk ke modus konfigurasi global:

Switch# configure terminal

Langkah 11. Ubah password :

Switch (config)# enable secret password

Secret password bisa 1 sampai 25 karakter alpanumerik, bisa dimulai dengan sebuah nomor, bersifat case sensitive.

Langkah 12. Kembali ke modul privilege EXEC:

Switch (config)# exit

Switch#

Langkah 13. Simpan running configuration ke file startup configuration:

Switch# copy running-config startup-config

Prosedur dengan Recovery Password dinontaktifkan

Jika mekanisme password-recovery dinonaktifkan, akan tampil pesan berikut:

The password-recovery mechanism has been triggered, but is currently disabled. Access to the boot loader prompt through the password-recovery mechanism is disallowed at this point. However, if you agree to let the system be reset back to the default system configuration, access to the boot loader prompt can still be allowed.

Would you like to reset the system back to the default

configuration (y/n)?

Jika kita jawab dengan n(no), proses boot normal akan dilanjutkan; dan kita tidak bisa mengakses prompt boot loader, akan tampil pesan berikut :

Press Enter to continue……..

Namun, jika kita jawab y(yes), file konfigurasi pada memory flash dan file database VLAN akan terhapus. Ketika konfigurasi default dipanggil, kita bisa menset ulang password.

Langkah 1. Pilih untuk lanjut dengan password recivey dan kehilangan konfigurasi yang ada:

Would you like to reset the system back to the default

configuration (y/n)? Y

Langkah 2. Panggil file-file helper:

Switch: load_helper

Langkah 3. Tampilkan isi memory flash:

switch: dir flash:

File system switch menampilkan:

Directory of flash:

13 drwx 192 Mar 01 1993 22:30:48 c2960-lanbasemz.122-25.FX.0

16128000 bytes total (10003456 bytes free)

Langkah 4. Boot system:

Switch: boot

Kita akan diminta untuk memulai program setup. Untuk melanjutkan dengan password recovery, berikan jawaban N pada prompt.

Continue with the configuration dialog? [yes/no]: N

Langkah 5. Pada prompt switch, masuk ke modus privilege:

Switch> enable

Langkah 6. Masuk ke modus konfigurasi global:

Switch# configure terminal

Langkah 7. Ubah password:

Switch (config)# enable secret password

Secret password bisa terdiri atas 1 sampai 25 karakter alpanumerik, bisa dimulai dengan nomor, bersifat case sensitive.

Langkah 8. Kembali ke modul privilege EXEC:

Switch (config)# exit

Switch#

Langkah 9. Salin running configuration ke file startup configuration;

Switch# copy running-config startup-config

*Sumber : Student Lab Manual (Exploration 4.0) Cisco Academy Programs.

2 Komentar

Filed under Jarkom

Dimulai dari Penyalah-Gunaan Internet, RPM dan Tanggapan

Akhir-akhir ini kita melihat, mendengar dan membaca berita baik di televisi, surat kabar bahkan di Internet tentang korban tidak kejahatan akibat penyalah-gunaan internet. Bahkan salah satu situs jejaring sosial yang terbesar disebut-sebut menjadi biang keladi dari tindak kejahatan tersebut, lebih tepatnya akibat penyalah-gunaan.  Berikut kita lihat sikap dari pemerintah dalam hal ini Kementrian Kominfo terhadap penyalah-gunaan layanan internet.

Sikap Kementerian Kominfo Dalam Menyikapi Peningkatan Maraknya Penyalah-Gunaan Layanan Internet(Siaran Pers No. 22/PIH/KOMINFO/2/2010)

(Jakarta, 11 Pebruari 2010) . Menyikapi maraknya penyalah-gunaan layanan internet yang kecenderungannya semakin meningkat pada beberapa minggu terakhir ini, Kementerian Kominfo pada tanggal 10 Pebruari 2010 telah mengadakan rapat koordinasi bersama para mitra kerja Kementerian Kominfo, yang bergerak di bidang penyelenggaraan multimedia, khususnya jasa internet. Pertemuan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekjen Kementerian Kominfo Basuki Yusuf Iskandar (yang mewakili Menteri Kominfo Tifatul Sembiring) dan kemudian secara teknis pembahasannya dipimpin langsung oleh Dirjen Aplikasi Telematika Ashwin Sasongko. Rapat koordinasi ini sebenarnya untuk membahas kelanjutan dan bahkan juga peningkatan kampanye internet sehat dan aman sebagaimana yang sudah beberapa tahun terakhir ini cukup banyak difasilitasi oleh Kementerian Kominfo. Namun dalam perkembangannya, juga membahas berbagai hal yang terkait dengan isyu aktual tentang beberapa kejadian penyalah gunaan layanan internet. Baca selengkapnya di : http://www.postel.go.id/update/id/baca_info.asp?id_info=1422

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Kominfo juga bermaksud memberitahukan adanya Rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang Konten Multimedia. Rancangan yang sesungguhnya sudah cukup lama disusun tersebut mulai hari ini tanggal 11 Pebruari 2010 s/d 19 Pebruari 2010 dipublikasikan dengan tujuan untuk memperoleh tanggapan publik secara kritis. Dan benar, baru saja dipublikasikan RPM tersebut sudah menuai tanggapan dari masyarakat luas, tentunya ada yang setuju dan ada yang tidak setuju.

Beberapa tanggapan terkait : http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Tanggapan_OWP_terhadap_Rancangan_Peraturan_Pemerintah_untuk_Konten_Multimedia

http://www.politikana.com/baca/2010/02/12/selamat-datang-lembaga-sensor-internet-indonesia.html

http://www.politikana.com/baca/2010/02/15/6-alasan-saya-menolak-rpm-konten.html

Tapi kalau dilihat kok lebih banyak yang tidak setujunya ya?

Menurut pendapat saya pribadi, tentu segala sesuatunya perlu aturan main,  sehingga segala sesuatunya menjadi jelas. Sebagai  mahluk hidup yang memiliki akal, manusia harus mengikuti aturan supaya bisa selamat dunia-akhirat, yaitu agama yang dianutnya (kok jadi ceramah ya?). Begitu juga dengan konten multimedia, agar sebuah konten bisa bermanfaat, dan memberikan dampak positif bagi seluruh umat, maka harus dibuat rambu-rambunya. Namun apakah hal ini harus diatur dalam Undang-Undang atau PP, tentu kita harus tanya dengan ahlinya. Karena saya sendiri bukan orang hukum. Terkait dengan beberapa tanggapan yang menolak RPM tersebut yang dikaitkan dengan kebebasan menyampaikan pendapat dan berekspresi, tentu sangat beralasan karena RPM ini akan mengkebiri kebebasan tersebut. Tapi yang penting, jangan pula kebebasan menyampaikan pendapat dan berekspresi ini disalah artikan.

1 Komentar

Filed under Pengamatan

Kisah sebuah SMK dibalik pendidikan Gratis

Pada beberapa waktu lalu saya mengadakan kunjungan ke sebuah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di salah satu sudut Propinsi Jambi. Miris sekali melihat kondisi sekolah tersebut, meskipun gedung sekolah telah dibangun secara permanen, namun masih ada beberapa kelas yang harus menyelenggarakan proses belajar mengajar secara lesehan, karena tidak tersedia meja dan bangku. Kemudian masih ada siswa belajar di ruangan yang tidak layak disebut sebagai kelas. Jika seperti ini bagaimana kita bisa meningkatkan mutu pendidikan? bagaimana siswa bisa menyerap pelajaran dengan baik jika suasana belajar saja sudah tidak nyaman!

Mungkin hal ini terjadi karena keterbatasan ruang kelas!, jika demikian kenapa penerimaan tidak disesuaikan dengan daya tampung? Namun dari informasi yang saya dapatkan : sebenarnya sekolah tidak mau menerima semua siswa yang mendaftar karena keterbatasan kelas, namun dari pihak terkait melarang dilakukan pembatasan, artinya semua siswa harus bisa diterima!, ini kan naif sekali. Ibaratnya sebuah bus yang sudah sarat dengan penumpang, namun tetap dipaksakan untuk menerima penumpang lagi. Seharusnya pihak terkait tidak hanya bisa membuat kebijakan tanpa memberikan solusi bagi sekolah. Akibatnya, sekolah harus berpikir keras bagaimana agar kelas bisa menampung seluruh siswa yang ada.  Al hasil, seluruh siswa kelas 2 di magangkan. Namun dengan cara inipun belum sepenuhnya bisa menyelesaikan masalah, tetap saja ruang kelas ada belum bisa menampung seluruh siswa kelas 1 dan 3.

Belum lagi melihat beberapa jendela kelas yang harus ditempel dengan papan, karena kaca yang pecah. Maaf , kalau saya melihatnya lebih mirip sebuah gudang dari pada sebuah kelas. Sekali lagi, bagaimana sekolah bisa memberikan lulusan-lulusan yang bermutu jika suasana dan lingkungan belajar sudah tidak mendukung.

Yang lebih miris lagi, salah satu jurusan yang terdapat pada SMK tersebut tidak tersedia guru dengan latar belakang ilmu yang sesuai bidang. Nah loh? bagaimana ini? Kalau sumberdayanya belum ada kenapa harus dibentuk jurusannya? Yang lebih naif lagi keadaan ini telah berjalan bertahun-tahun, saat ini siswa pada jurusan tersebut telah duduk dikelas 3.  Padahal siswa lulusan SMK seharusnya sudah mampu untuk bekerja atau bahkan membuka lapangan kerja. Menurut informasi yang saya dapat, pada penerimaan CPNS yang lalu, sekolah telah mencoba mengusulkan untuk tenaga guru pada jurusan yang bersangkutan, namun tidak dikabulkan.

Ternyata pendidikan Gratis belum sepenuhnya memberikan solusi. Para orangtua boleh senang karena sekarang sekolah Gratis, namun apa yang bisa dilakukan anak-anak kita nanti? apa yang telah mereka peroleh dari sekolah? Lihatlah kondisi diatas! Masih ada tugas lain pemerintah selain pendidikan gratis, yaitu “mutu pendidikan”. SDM guru yang kompeten didukung dengan fasilitas yang memadai diharapkan dapat mendorong terwujudnya pendidikan bermutu, memang masih ada faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan, namun paling tidak 2 faktor diatas merupakan salah satu contoh temuan penulis dilapangan. Mungkin temuan ini belum seberapa, mungkin ada sekolah dengan kondisi yang lebih parah dari ini. Semoga tulisan ini dapat dijadikan sebagai cermin, agar pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

1 Komentar

Filed under Pengamatan

Peranan TIK dalam bidang bisnis, pendidikan, kesehatan dan pemerintahan

Berikut ini saya ingin berbagi sebuah tulisan yang terkait dengan peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang saya kutip dari beberapa sumber.

 Tentang Istilah TIK

Pada awalnya istilah teknologi informasi biasa disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektronis (electronic data processing). Istilah teknologi informasi sendiri mulai populer di akhir tahun 70-an. Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital. Perkembangan teknologi informasi sangat pesat dipicu oleh kebutuhan informasi secara cepat, tepat, dan terkini. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sector kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, trasportasi, kesehatan dan penelitian.

 Peranan Teknologi Informasi Dan Komunikasi

Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Secara tanpa kita sadari, sebagian aktifitas yang dilakukan oleh manusia telah didukung oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung telah mengubah cara kita hidup, cara kita belajar, cara kita bekerja dan cara kita bermain. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam bidang bisnis, pendidikan, dan kesehatan dan pemerintahan.

Penerapan TIK pada bidang bisnis misalnya, TIK telah banyak digunakan untuk mendukung proses bisnis yang terjadi pada perusahaan, baik bidang ekonomi maupun perbankan. Dengan hadirnya aplikasi-aplikasi dan layanan e-bussiness, e-commerce, e-banking dan lain-lain. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku bisnis merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP).

Penerapan TIK pada bidang pendidikan telah memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi ebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik. Dengan hadirnya e-learning setiap siswa bisa mengakses materi pembelajaran yang disediakan melalui situs. Siswa bisa berinteraksi dengan guru atau dengan siswa lain tanpa harus harus hadir dikelas. Materi pembelajaran online, membuat siapa saja bisa mengakses materi tersebut tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu.

 Penerapan TIK dalam bidang kesehatan telah mengubah pola juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien, yaitu dengan sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.

Sedangkan penerapan TIK dalam pemerintahan dikenal dengan istilah e-government.  Tujuan pemanfaatan TIK dalam pemerintahan adalah agar pelayanan kepada masyarakat dalam lebih efisien. TIK juga dapat memberdayakan masyarakat karena dengan adanya infrastruktur e-government akan lebih mudah dan lebih cepat untuk mengakses informasi dari pemerintah. Selain itu, TIK dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.

Baca juga :

Introduction to E-Government

Memahami Lebih Lanjut tentang e-Learning

Konsep E-Commerce

 

 

62 Komentar

Filed under Artikel IT

Apa itu Analisa Jaringan (Network Analysis)?

Analisis jaringan (Network Analysis) juga dikenal sebagai ‘protocol analysis’ merupakan seni mendengarkan (listening) dalam komunikasi data & jaringan biasanya dilakukan untuk memastikan bagaimana peralatan-peralatan berkomunikasi dan menentukan kesehatan dari jaringan tersebut.

Beberapa tugas yang dilakukan selama sesi analisis jaringan adalah sebagai berikut :
1. Menyadap jaringan
2. Menangkap trafik yang diinginkan
3. Melihat trafik yang telah ditangkap
4. Menyaring dan hanya melihat trafik yang diminati
5. Dokumentasi temuan

Sebagai contoh, mungkin saja kita tertarik pada trafik dari dan ke sebuah server HTTP pada sebuah jaringan. Beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menganalisa trafik dari dan ke sebuah sever HTTP pada sebuah jaringan adalah :
1. Hubungkan peralatan analisa ke interface yang terhubung ke server
2. Tangkap semua trafik dari dan ke server
3. Perhatikan trafik untuk mengenali paket yang tidak berguna
4. Saring dan hanya memperhatikan trafik broadcast dari server
5. Dokumentasi penyebab broadcast.

analisa_aliran_paket
Gambar 1. Proses Analisa Aliran Paket (Sumber : Laura A. Chappell, 2001)

Analisa biasa dilakukan terhadap data trafik sebuah jaringan yang berhasil ditangkap (capture) dengan menggunakan kakas sejenis tcpdump, sniffer dan lain-lain. Sebuah penyaring tangkapan (capture filter) dikenal juga sebagai pre-filter bisa mengurangi jumlah trafik yang ditangkap ke dalam trace buffer (tempat meletakan paket-paket). Jika penyaring tangkapan tidak diterapkan, semua trafik jaringan mengalir ke dalam trace buffer.
Penyaring tampilan (display filter) memungkinkan untuk membangun sekumpulan kecil paket-paket dalam trace buffer berdasarkan beberapa kriteria. Sebagai contoh, jika kita menangkap semua trafik broadcast pada jaringan ke dalam trace buffer, kita mungkin saja ingin menerapkan sebuah display filter untuk membuat sekumpulan kecil dari trace buffer yang berisi broadcast berbasis-IP saja.

Analisis jaringan biasanya digunakan untuk tiga hal sebagai berikut :
-Penyelesaian masalah (troubleshooting)pada jaringan
-Optimasi peforma/ kinerja jaringan
-Perencanaan dan pengujian (planning/ testing) jaringan

5 Komentar

Filed under Artikel IT

Forensik Digital dan Forensik Jaringan

Forensik Digital? apaan tuh? selama ini kita pernah mendengar kata-kata forensik, dimana istilah ini identik dengan kepolisian. Yah, biasanya kalau ada suatu kasus misalnya pembunuhan atau peristiwa pengeboman. Pihak kepolisian akan menurunkan ahli forensik. Dimana ahli forensik bertugas mencari bukti-bukti atau jejak dari pelaku kejahatan. Bukti bisa berupa sidik jari, serat rambut, serat kain, pecahan bom dan lain-lain. Terus apa hubungannya dengan forensik digital? berikut sedikit ulasan tentang forensik digital yang saya dapatkan dari beberapa sumber.

Menurut Benni Mutiara (2007), Digital forensic adalah suatu aplikasi dari ilmu pengetahuan untuk mengidentifikasi, mengoleksi, menganalisa dan menguji bukti – bukti digital pada saat pemeliharaan sifat integritasnya. Di mana informasi menjadi bukti pemeliharaan integritas tersebut.
Analisa komputer dan jaringan juga hampir sama dengan Digital forensic yang sama – sama menggunakan teknik – teknik dan tools, tetapi analisa data tidak harus meliputi semua tindakan penting untuk pemeliharaan integritas informasi yang dimiliki.

Forensik jaringan
Menurut Vacca, J. R. (2002). Network forensics is the principle of reconstructing the activities leading to an event and determining the answer to “What did they do?” and “How did they do it?” Instead of matching observed activities on a LAN to database of known patterns of malicious intent, it records all activity on a LAN and provides centralized tools to analyze the activity in real time, for surveillance, and historically, for damage assessment and prosecution.

Forensik jaringan (Network forensic) merupakan proses menangkap, mencatat dan menganalisa aktivitas jaringan guna menemukan bukti digital (digital evidence) dari suatu serangan atau kejahatan yang dilakukan terhadap , atau dijalankan menggunakan, jaringan komputer sehingga pelaku kejahatan dapat dituntut sesuai hukum yang berlaku.
Bukti digital dapat diidentifikasi dari pola serangan yang dikenali, penyimpangan dari perilaku normal jaringan ataupun penyimpangan dari kebijakan keamanan yang diterapkan pada jaringan.

Perkakas Forensik (Forensic Tools)
Kakas (tool) yang dipergunakan oleh ahli forensik harus bekerja baik dan tidak mengubah data. Di samping itu, komunitas komputer forensik harus menerima kakas dan hasilnya. Kakas yang sama kadang dipergunakan untuk melakukan pemantauan dan audit pada jaringan.
Tool kit untuk pengujian forensik memungkinkan untuk mengumpulkan dan analisis data, seperti TCPdump, Ethereal, Argus, NFR, tcpwrapper, sniffer, nstat, tripwire, diskcopy (/v pada DOS), DD pada Unix. Karena ahli hukum percaya bit lebih mudah dipalsukan daripada kertas, maka aturan utamanya adalah “preserve then examine” .
Melalui kakas ini beberapa data yang dapat dijadikan bukti adalah : ip address, nomor port, protokol, nama file, waktu akses dan sebagainya.

Forensik Digital dan Forensik Jaringan ini dapat digunakan untuk menemukan kejahatan di dunia maya seperti cyber crime. Karena meskipun kejahatan itu dilakukan secara digital tetap saja meninggalkan bukti atau “jejak”. Jadi bagi anda yang ingin melakukan kejahatan digital, hati-hati terhadap “jejak” yang akan anda tinggalkan atau anda harus berpikir panjang untuk melakukan kejahatan tersebut.

7 Komentar

Filed under Artikel IT

Simalakama : Antara Kepentingan Mahasiswa, Perguruan Tinggi dan Pemerintah

Pagi ini, seorang mahasiswa datang menemuiku dengan bermaksud untuk berkonsultasi mengenai permasalahan yang dihadapinya. Permasalahannya adalah bahwa dia terlambat untuk mendaftar matakuliah (kontrak matakuliah) dengan alasan pulang kampung. Ini bukan mahasiswa pertama yang menghadap, sebelumnya ada beberapa mahasiswa dengan alasan yang beragam. Memang di tempat ku bekerja telah menerapkan aturan bahwa mahasiswa yang telah mendaftar matakuliah tidak diperkenankan mengikuti perkuliahan pada semester yang bersangkutan. Aturan ini dibuat bukan tanpa alasan, melainkan atas diberlakukannya peraturan dikti melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor :34/DIKTI/Kep/2002 Yang mewajibkan setiap Perguruan Tinggi melaporkan proses belajar mengajar selambat-lambatnya 1 bulan sejak akhir semester. Yang menjadi masalah adalah dalam setiap pelaporan itu bukan hanya hasil studi mahasiswa saja yang dilaporkan melainkan seluruh proses PBM, Dosen dll, termasuk rencana studi mahasiswa.
Pertanyaannya apakah salah jika Perguruan Tinggi menyikapi peraturan dikti tersebut dengan menerapkan aturan agar mahasiswa melakukan daftar matakuliah tepat pada waktunya? Hal ini dilakukan agar pelaporan bisa tepat waktu. Meskipun sudah dilakukan sosialisasi melalui kalender akademik, pengumuman di mading, spanduk dan sosialisasi melalui OMBAK, tetap saja ada mahasiswa yang lalai.
Secara hati nurani tentu aturan ini sedikir ekstrim, artinya menghilangkan kesempatan mahasiswa untuk mempercepat masa studinya, namun bagaimana seandai pelaporan telat? Hal ini tentu menjadi bad record bagi Perguruan Tinggi. Bisa-bisa Ijin perpanjangan tidak bisa di Proses? Nah lo? kalau begitu bagaimana dengan mahasiswa yang tidak lalai? tentu menjadi dengan korban jika Ijin operasional PT bermasalah? hal ini dikarenakan segelintir mahasiswa yang lalai.
penulis tidak bermaksud memvonis siapa yang salah, penulis ingin menyampaikan ibarat pepatah, “Bagaikan makan buah Simalakama” karena disana ada konflik kepentingan antara Kepentingan Mahasiswa, PerguruanTinggi dan Pemerintah (dhi. dikti).

Tinggalkan komentar

Filed under Pengamatan